Kunjungan ke Kementerian Kesehatan RI

Ruang Server Kementerian Kesehatan RI

Beberapa waktu lalu penulis berkunjung ke Kementerian Kesehatan. Kunjungan pertama penulis ke Bina Upaya Kesehatan tepatnya di pelayanan kesehatan dasar, di sini mendiskusikan mengenai pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan pelayanan kesehatan keliling. Dalam diskusi sedikit menyentil mengenai aplikasi e-health yang dikembangkan oleh Bina Upaya Kesehatan, hanya saja tidak membahas terlalu detil. Ternyata seperti kata dosen penulis Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Harga Mati, tetapi pengembangan aplikasi belum mampu menjadi satu kesatuan masih dapat ditawar. Aplikasi e-health ini masih terus di kembangkan salah satunya adalah e-planning dan akan menyusul “e e” yang lain..🙂

Setelah selesai di Bina Upaya Kesehatan penulis lanjut berkunjung ke Pusat Data dan Sureveilans, ini tempat favourite penulis😀 . Pertama yang dilakukan adalah diskusi mengenai petunjuk teknis dan tabel format profil dengan menggunakan data terpilah, di sini penulis bertemu dengan mbak yang cakep mbak Indah namanya🙂 .  Tabel profil yang ada katanya dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan daerah hanya saja tidak boleh mengurangi tabel yang ada. Selain itu juga kami diberikan file excel mengenai cara menghitung jumlah sasaran program kegiatan, termasuk untuk memilah-milah jumlah penduduk berdasarkan klasifikasi umur.

Setelah puas berdiskusi mengenai profil dengan view yang bagus😀 lanjut lagi diskusi mengenai aplikasi komunikasi data, di sini kami di sambut oleh mas-mas (maaf namanya lupa). Diskusi yang dilakukan mengenai pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) generik. Berdasarkan keterangan, SIKDA generik masih dalam uji coba di Bekasi, SIKDA generik ini terdiri dari 3 (tiga) format yaitu manual, semi manual, dan online. Jadi semua mengakomodir usulan dari masing-masing daerah. SIKDA Generik ini tidak memaksakan kepada daerah yang telah memiliki aplikasi yang lebih bagus, tetapi aplikasi yang ada struktur datanya harus mengikuti standar yang telah ditetapkan, termasuk kebutuhan data yang dihasilkan. SIKDA generik ini, datanya hanya mengakomdir kebutuhan kemenkes, jadi apabila daerah ingin mengembangkan sesuai kebutuhan dipersilahkan dengan mengikuti standar struktur data yang telah ditetapkan.

Setelah berdiskusi terlalu lebar, penulis lalu diajak ke ruang server di lantai 2 (dua) gedung lama Kemenkes, yang dinginnya luar binasa.🙂 Di ruang server ini kami bertemu dengan Mas Fahmi dari Telkom yang selalu Online ditempat ini dapat dikatakan penunggu server (Pisss). Dalam ruangan ini penulis menanyakan menganai IP Phone yang di Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur yang error, jadi tidak dapat digunakan. Setelah dilakukan pengecekan ternyata di Kabupaten Kutai Timur masih tada “merah”, yang artinya belum online. Dari ruangan server ini kita dapat memonitor seluruh IP Phone yang terpasang di seluruh Indonesia, apakah IP Phone tersebut Online atau tidak. Dari seluruh Provinsi terlihat bahwa hanya Provinsi Sulawesi Barat yang status Hijau, yang artinya seluruhnya online baik dari tingkat kabupaten maupun Provinsi, hal ini dapat dimaklumi karena di hanya terdiri dari 5 (lima) kabupaten belum ada kota berdasarkan penusulan di wikipedia. Di sini penulis juga melihat mas Fahmi sibuk menghubungi dan memperbaiki seluruh kabupaten/kota yang masih dalam status merah. Setelah dari kemenkes saat ini IP Phone di Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur sekarang status hijau dan dapat digunakan, bagi kabupaten kota lain yang ingin menghubungi silahkan di 640411🙂 .

Buku Tua di Perpustakaan Kemenkes RI

Dari Lantai 2 (dua) gedung lama kementerian kesehatan, penulis lanjut berkunjung ke Perpustakaan Kemenkes. Di sini penulis mencari buku petunjuk teknis mengenai Sistem Pencatatan dan Pelaporan Tingkat Puskesmas (SP2TP) yang sangat langka untuk ditemukan🙂. Ternyata petunjuk teknis yang terakhir diterbitkan pada tahun 1997 dan terdiri dari 3 (tiga) buku yang besarnya berukuran kertas A3. Jadi penulis mohon ijin untuk fotocopy buku tersebut. Berdasarkan informasi SP2TP ini masih di evaluasi untuk digantikan, karena pada saat ini statusnya “Hidup segan mati pun enggan”. Mungkin cukup sekian cerita penulis mengenai kunjungan du Kemenkes, kurang lebihnya mohon maaf, kalau ada kurangnya mohon dimaafkan tapi kalau ada lebihnya mohon dikembalikan🙂.

1 Response to “Kunjungan ke Kementerian Kesehatan RI”


  1. 1 Purwanto 22 Februari 2012 pukul 11:52 am

    perjalanan yang menyenangkan…. mantab mas bro


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





Goresan Hati

Risalah Hati

Pengunjung Hati

  • 331,407 Pencinta

Jumlah Pencinta Saat Ini

Terjemahkan Dalam Bahasa Hati :

About Me Myspace Comments

Funny Myspace Comments

Pesan Hati

JAUHI NARKOBA!!!

Photobucket

HANYA MONYET YANG MEROKOK!!!

Funny Myspace Comments

HINDARI PERGAULAN BEBAS JIKA ANDA TIDAK INGIN DIKATAKAN BINATANG

Kisses Myspace Comments


%d blogger menyukai ini: