“Wajah Baru” Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2009

Wajah_Baru_DAKSebenarnya tulisan ini saya posting tadi malam karena Broom kalau malam selalu ngadat jadi pagi ini saya postingkan. Tulisan ini untuk menjawab atau setidak-tidaknya memberikan masukkan atau informasi kepada pembaca yang sempat memberi komentar di tulisan penulis yang berjudul “Dana Alokasi Khusus (DAK) TAhun 2009 “Sedikit” Angin Segar buat Sistem Informasi Kesehatan berikut komentar beliau :

Setelah saya membaca tulisan tersebut diatas saya sangat ingin sekali mengetahui namun Persoalan atau yang menjadi penyakit Kronis bagi kami di papua bahwa sangat terbatasnya akses informasi apalagi saya di daerah pedalaman papua lebih parah lagi walaupun ada banyak petunjuk yang dikirm dari pusat ke masing-masing dinas sebagai pedoman dalam pengunaan dana hanya saja saya tadi katakan bahwa ada juga yang tidak mau transparansi petunjuk agar kami yang di puskesmas tidak mengetahui hal intu. dan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan pun tidak sesui dengan petunjuk yang telah ada sehingga dana yang kami terimah itu benar sesuai dengan petunjuk pada hal telah terpotong habis .untuk menjaga hal-hal semacam ini apakah kami bisa kontak lansung di pusat atau langkah -langkah apa yang kita hrus tempu

Itulah komentar sekaligus pertanyaan beliau tanpa di edit… Komentar yang bagus dan sangat faktual sekali dan harus kita kita jadikan suatu masukkan untuk perbaikan pembangunan kesehatan ke depan. Sebenarnya komentar tersebut seharusnya dijawab oleh mereka yang berada di Pusat di bagian Biro Perencanaan dan Anggaran DEPKES RI sebagai fasilitator dalam menerbitkan Juknis DAK, karena penulis tidak berada di Pusat tetapi “dibawah pusat” justru lebih enak yang “dibawah Pusat” daripada di Pusat (huss..… ngacau). Maaf biar tidak terlalu serius… lanjut ceritanya ya… setelah penulis membaca komentar tersebut penulis mencoba menelusuri kembali Juknis DAK Tahun 2009 ternyata ada perubahan penampilan dan berdasarkan analisa penulis dengan membandingkan dengan Juknis yang pertama penulis dapatkan ada sedikit perbedaan yang jelas pada sampul dan ada penambahan Kata pengantar serta telah dicantumkannya Alokasi DAK Tahun 2009 dan Kebutuhan Peralatan Pelayanan Kesehatan Ibu berdasarkan masing-masing daerah yang telah ditentukan oleh DEPKES RI, itu saja perubahannya yang lainnya sama saja.

Kembali ke komentar Bapak yang di papua, ada 4 (empat) hal yang penulis dapat yaitu mengenai keterbatsan akses informasi, transparansi pengelolaan dana DAK, ketidaksesuaian pelaksanaan dengan Juknis yang ada dan langkah-langkah yang harus ditempuh. Untuk itu penulis mencoba membahas satu persatu berdasarkan pemahaman dan pengalaman penulis dan apabila ada komentar atau masukkan dari pembaca mengenai hal ini silahkan saja dikomentari karena ini demi kebaikan bersama.

Untuk masalah pertama mengenai terbatasnya akses informasi, penulis belum mengerti benar kondisi di Papua tetapi kemungkinan kurang lebih sama dengan daerah penulisan bekerja, dimana infrastruktur masih menjadi masalah jangankan akan mengakses internet untuk mengakses jalan dari satu tempat ke tempat lain saja sulit, tetapi kemungkinan tidak separah Papua… Jika mengenai akses informasi penulis tidak dapat memberikan informasi karena itu merupakan kebijakan dari masing-masing daerah untuk membangun infrastruktur di daerahnya, apalagi Papua yang mendapatkan Otonomi khusus dengan sumber daya alam yang melimpah, harusnya mampu mengatasi masalah ini. Tetapi biar bagaimanapun kita harusdapat memaksimalkan potensi-potensi yang ada agar Sistem Informasi tetap berjalan, karena dapat dipakai sebagai penunjang dalam pengambilan keputusan.

Masalah kedua mengenai tidak transparasi dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus, Penulis hanya mampu memberikan informasi berdasarkan pengalaman penulis dalam hal pengelolaan DAK di Dinas Kabupaten, sebenarnya perencanaan anggaran dan pengalokasian kegiatan yang menentukan adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai denganyang ditentukan pada Juknis DAK, dan besaran alokasinya disesuaikan dengan yang telah diberikan kepada masing-masing Kabupaten/Kota, seharusnya Puskesmas dilibatkan mulai dari perencanaan anggaran sampai dengan evaluasi kegiatan karena puskesmas telah membuat Perencanaan Tingkat Puskesmas setiap tahunnya yang merupakan bahan masukkan buat penyusunan anggaran, ada 3 (tiga) buah buku Juknis yang telah dikirim oleh DEPKES RI ke masing-masing Kabupaten/Kota mengenai Perencanaan Tingkat Puskesmas (buku warna hijau), Penilaian Kinerja Puskesmas (buku warna merah) dan Mini Lokakarya (buku warna biru) jumlahnya disesuaikan dengan jumlah Puskesmas di Kabupaten/Kota, mohon dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten jika pembaca dari Puskesmas belum mendapatkannya. Jika ketiga buku Juknis ini diterapkan maka masalah transparansi bukan masalah lagi. Ada 4 (empat) kemungkinan menurut penulis kenapa hal ini tidak berjalan yaitu :

1. Masalah Waktu, karena Rencana Kegiatan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) diminta agar secepatnya diselesaikan dan di bahas sehingga digunakan data yang ada.

2. Masalah biaya, sulitnya menjangkau puskesmas karena kondisi geografis yang sangat sulit sehingga ada biaya tambahan dalam penyusunan.

3. Masalah komunikasi termasuk data, data yang ada tidak lengkap dan untuk mengkonfirmasi data tersebut petugas Kabupaten harus turun ke lapangan karena tidak ada jaringan komunikasi jadi diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit sedangkan Rencana Kegiatan Anggaran diminta secepatnya.

4. Masalah koordinasi , kurangnya koordinasi antar pihak Dinas Kabupaten dan Puskesmas khususnya mengenai perencanaan anggaran, seharusnya ada pertemuan-pertemuan untuk membahas hal tersebut.

Masalah ketiga mengenai ketidaksesuaian pelaksanaan dengan Juknis yang ada, mungkin disini penulis harus mengerti dulu mengenai dana yang dimaksud oleh Bapak di Papua, jika yang dimaksud adalah dana sepengetahuan penulis jika ada ketidaksesuain dari pengelolaan Dana Alokasi Khusus maka itu termasuk dalam “penyimpangan” tetapi apabila daerah tersebut melaporkan jika ada perubahan maka tidak jadi masalah, seperti yang tercantum dalam Petunjuk Teknis DAK Tahun2009 pada BAB I Pendahuluan sebagai berikut :

Apabila dalam pelaksanaannya, daerah akan merubah hal hal yang tercantum dalam buku ini maka daerah harus mengirimkan surat permohonan ke Departemen Kesehatan untuk mendapatkan persetujuan. Usulan perubahan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2009 dikirimkan kepada Menteri Kesehatan up. Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat (untuk pelayanan kesehatan dasar) dan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik (untuk pelayanan kesehatan rujukan)”

Petunjuk seperti diatas telah ada semenjak pertama kali Dana Alokasi Khusus (DAK) diberikan ke masing-masing daerah.

Masalah keemapat langkah-langkah yang ditempuh, mungkin dari awal penulis sudah menginformasikan penulis tidak berada dan bekerja di pusat jadi tidak berwewenang menjawab pertanyaan tersebut. Tetapi dapat dibaca di BAB XX mengenai PEMANTAUAN di Juknis DAK Tahun 2009 ini, sebagai berikut :

Pemantauan sebaiknya dilakukan oleh Tim Koordinasi Kabupaten/Kota, Tim Koordinasi Provinsi dan Tim Koordinasi Pusat (Bappenas, Depkeu, Depdagri, Dep Teknis)

Demikian yang mampu penulis informasikan semoga dapat menjadi masukan bagi semua pihak, mengenai masalah pembaca yang dari Papua diatas mungkin penulis tidak mampu menjawab secara keseluruhan dan perlu masukkan dari berbagai pihak dan disini penulis harapkan partisipasi dan bantuan semua pihak untuk dapat mengomentarinya khususnya beliau yang mempunyai wewenang dalam pengambil atau pembuat kebijakan dalam masalah ini.

Download dan melihat Juknis DAK klik disini

8 Responses to ““Wajah Baru” Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2009”


  1. 1 Ugik 18 Desember 2008 pukul 4:47 pm

    Saya dah mampir ni boss, ntar kalo’ mampir lagi kasih hidangan yang uenak tenan ya, he he he….Salam buat temen2 Simkes 08, masukin blogku di blogrol dong, biar banyak yg mampir juga, makasih…

  2. 2 Desius Sasambe 30 Januari 2009 pukul 11:36 am

    Kalau Juknis Bidang Kesehatan berubah wajah, bagaimana dengan Bidang Pendidikan? Dimana juga saya harus mendapatkan Juknis DAK Bidang Pendidikan Tahun 2009

    Tterima Kasih.

  3. 3 Andi Herman 30 Januari 2009 pukul 9:28 pm

    Sebelumnya saya ucapkan Terima kasih atas kunjungan bapak ke blog saya
    Tulisan tersebut saya buat berdasarkan pengalaman saya dalam menyusun dan mengelola dana DAK
    Untuk Juknis DAK Bidang Pendidikan yang bapak Tanyakan
    Silahkan bapak coba akses langsung ke Depdiknas, karena petunjuk teknis untuk
    pengelolaan DAK dibuat oleh masing-masing Departemen
    dan Untuk Kesehatan dibuat oleh Departemen Kesehatan

  4. 4 Joko Trihadi Putro 17 Februari 2009 pukul 11:09 pm

    Dana DAK jangan jadi ajang bisnis untuk memperkaya diri sendiri

  5. 5 Andi Herman 18 Februari 2009 pukul 6:40 am

    Pak Joko Trihadi Putro :
    Setuju!!! “Anda kecewa?! Laporkan!!!”

  6. 6 Joko Trihadi Putro 21 Februari 2009 pukul 10:22 am

    Jadikan dana tersebut untuk kepentingan anak bangsa

  7. 7 Andi Herman 21 Februari 2009 pukul 1:14 pm

    Pak Joko yang di Medan…
    Dana tersebut digunakan sesuai dengan Petunjuk Teknis yang ada
    Semuanya untuk kepentingan anak Bangsa

  8. 8 Charles aja 25 Mei 2011 pukul 9:44 pm

    ada banyak hal terkait dana perimbangan termasuk dana DAK. mulai dari formulasi yg rumit terutama kriteria teknis…. lobby. ketidaksesuain dgn kebutuhan daerah… dana pendamping 10 % yg membebani daerah.. transfer yg muncul di tengah2 tahun anggaran sehingga tingat penyerapan DAK menjadi tidak efektif serta juknis yg sering telat diterima oleh daerah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





Goresan Hati

Risalah Hati

Pengunjung Hati

  • 331,407 Pencinta

Jumlah Pencinta Saat Ini

Terjemahkan Dalam Bahasa Hati :

About Me Myspace Comments

Funny Myspace Comments

Pesan Hati

JAUHI NARKOBA!!!

Photobucket

HANYA MONYET YANG MEROKOK!!!

Funny Myspace Comments

HINDARI PERGAULAN BEBAS JIKA ANDA TIDAK INGIN DIKATAKAN BINATANG

Kisses Myspace Comments


%d blogger menyukai ini: