Reformasi Sektor Kesehatan dan Pembiayaan Kesehatan Di Negara Berkembang

Terlalu lama nganggur untuk nulis beberapa tulisan, membuat diriku menjadi merasa baru memiliki blog lagi… Tulisan ini merupakan hasil seminar internasional yang diadakan pada tanggal 14 Agustus 2009. Seminar ini merupakan bagian dari kegiatan yang diadakan oleh Troped Course bekerjasama dengan Program Internasional Master Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM. Dalam seminar ini terdiri dari tiga negara yang mempresentasikan proses reformasi di negara masing-masing, dimulai dari negara Malaysia, Indonesia dan Timor Leste. Ketiga negara tersebut mewakili masing tingkat perdapatan per kapita negara masing-masing, berdasarkan data dari International Monetary Fund (2008) Malaysia termasuk dalam peringkat 65, indonesia peringkat 116 dan Timor Leste peringkat 160.

GDP_nominal_per_capita_world_map_IMF_2008

Sebelum presentase masing-masing kelompok telah menganalisa masalah di negara masing-masing dengan menggunakan “pohon masalah” kemudian dianalisis menggunakan siklus reformasi kesehatan (Cycle of Health Reform)

Cycle of Health Reform
Cycle of Health Reform

Malaysia

Jumlah penduduk di Malaysia 27 juta jiwa dengan luas nega r 329.000 Km2, pendapatan per kapita US 8,141 (PPP 14,072)- 2008 masuk dalam kategori pendapanat mengah atas. Jumlah penduduk daerah perkotaan sebesar 56% dari jumlah penduduk di negar tersebut. Angka melek huruf 92%, jumlah usia tua lebih dari 65 tahun sebesar 4,5% dan akses terhadap air bersih sebesar 95%. Angka kematian bayi pada tahun 2008 sebesar 6/1.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu 30/10.000 kelahiran hidup sedangkan angka harapan hidup bagi laki-laki usia 72 tahun dan wanita di usia 76 tahun dan angka kematian kasar sebesar 4,5.

Definisi masalah di sini adalah masalah hasil (Outcome) yaitu tingkat kepuasan warga negara. Masalah yang diidentifikasi masalah kinerja pelayanan kesehatan terhadap kepuasaan warga negara dimana penyebabnya ada tiga yaitu; adanya permintaan meningkatkan permintaan untuk pelayanan kesehatan yang berbeda, pemerintah tidak mampu menyediakan seluruh pelayanan kesehatan dan akses (waktu tunggu lama, waktu bertemu dengan pasien terbatas).

Fokus akar masalah yang dipilih dari pemerintah tidak mampu menyediakan seluruh pelayanan kesehatan dan akses adalah perilaku tidak sehat yang disebabkan oleh gaya hidup yang menetap, pemilihan makanan kesehatan yang mahal dan kurangnya insentif promosi kesehatan. Dari masalah ini kemudian diusulkan reformasi kesehatan melalui 4 (empat) tombol yaitu pembiayaan, pembayaran, regulasi, organisasi dan perilaku.

Masalah yang diidentifikasi adalah pemerintah tidak mampu menyediakan seluruh pelayanan kesehatan. Dari segi pembiayaan maka usulannya adalah asuransi kesehatan sosial, asuransi masyarakat dan pembayaran sebagian. Dari segi pembayaran tidak ada anailisis. Dari segi regulasi adalah kegiatan baru asuransi, regulasi kesehatan yang baik, pedoman dan kesiapan kebijakan. dari segi organisasi dengan membentuk hubungan adminsistrasi organisasi dengan model baru, membentu sisten pengarahan, kesiapan struktur organisasi dan pengaturan kesehatan. Dari segi perilaku yang dusulkan adalah pembagian tanggungjawab dan pendidikan kepada masyarakat.

Indonesia

Masalah yang didefinisikan adalah tingginya angka kematian balita di Indonesia. Terdapat 5 (lima) masalah terbesar di Indonesia yaitu :

  1. Rasio kematian ibu
  2. Angka kematian bayi
  3. Angka kematian balita
  4. Kurang gizi
  5. Pelayanan kesehatan

Penerapan 4 (empat) tombol kendali, dari segi tombol pembiayaan dengan meningkatkan alokasi dana untuk daerah pedesaan atau pedalaman yang diarahakan pada kegiatan promosi kesehatan, pengadaan peralatan pendukung pelayanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur. Tombol kendali pembayaran dengan memberikan insenftif untuk sumber daya manusia dan merancang skemas asuransi kesehatan bagi masyarakat yang berada di daerah pedesaan dan pedalaman. Tombol kendali organisasi dengan pertanggungjawaban kepada pemerintah setempat untuk pendistribusian vaksin (desentralisasi) dan membuat komitmen politik. Tombol kendali regulasi dengan membuat regulasi mengenai sanitasi dan perumahan. Tombol kendali perilaku diengan melakukan promosi kesehatan melalui perubahan perilaku keluarga dan masyarakat, contohnya pengaturan jarak kehamilan, pengolahan makanan, kebersihan diri dan kesadaran akan pentingnya kesehatan.

Timor Leste

Sebagian mata pencaharian penduduk negara Timor Leste adalah bertani, luas wilayah negara Timor Leste adalah14.874 Km2 terbagi menjadi 13 kabupaten dan 65 kecamatan serta 442 desa. Jumlah penduduk sekitar 1,1 juta jiwa. Masalah kesehatan yang paling utama di Timor Leste adalah tingginya angka kematian ibu yaitu 660/100.000 kelahiran hidup.

Hasil indentifikasi masalah faktor penyebab tingginya kematian ibu adalah immunisasi, akses terhadap pelayanan kesehatan, sitem rujukan pasien, gizi ibu hamil dan penyakit menular.  Akar masalah dari kelima faktor penyebab tersebut adalah Faktor geografis dengan wilayah bukit dan pegunungan, pendapatan keluarga yang rendah, kebutuhan hidup tinggi, pendidkan rendah, kebanyakan daerah terisolir, rendahnya promosi kesehatan, akses terhadap pelayanan yang berkualitas, rendahnya motivasi dan pelatihan serta rendahnya sumber daya keuangan.

Usulan pelaksanaan dengan menggunakan keempat tombol yaitu dimulai dari tombol pembiayaan dengan melakukan pelayanan kesehatan gratis ke seluruh populasi sebagian besar dananya dari pajak minyak. Tombol pembayaran dengan memberikan insentif kepada dokter, perawat dan bidan. Tombol organisasi dengan mealukan perbaikan manajemen sumber daya manusia, pelatihan, pendidikan serta pengadaaan peralatan pelayanan kesehatan. Tombol regulasi dengan melakukan peningkatan keberadaan program immunisasi dengan berbagai kebijakan. Tombol perilaku dengan melakukan kamoenye informasi berdasarkan komunitas, advokasi dan kampanye malalui media (biasanya menggunakan radio yang mampu mendukung sampai ke pedalaman).

Diskusi

Isu yang menarik dari negara malaysia adalah mengenai masalah kapasitas pemerintah dalam sektor pembiayaan kesehatan dan kebijakan untuk meningkatkan pembiayaan instansi non pemerintah. Yu (2008) melakukan penelitian mengenai kasus keadilan dalam pembiayaan kesehatan di malaysia menemukan adanya dua tingkatan dalam sistem kesehatan di Malaysia, adanya beban subsidi di sektor publik dan pembayaran kepada pengguna sektor swasata , dan menghasilkan sistem pembiayaan yang progresif. Penyampaian menarik mengenai tenaga bidan di Malasia adalah adnya pelatihan kepada bidan setelah lulus dari bangku pendidikan, pelatihan disesuaikan dengan tempat atau lokasi dimana bidan tersebut akan di tempatkan.

Di Indonesia sendiri yang menarik adalah bagaimana membuat komitmen politik dalam pengalokasian pembiayaan kesehatan dan pemilihan daerah pedesaan atau pedalaman dalam pengalokasian pembiayaan kesehatan. Pemilihan daerah pedasaan atau pedalaman berdasarkan pertimbangan kesulitan dalam hal akses terhadap wilayah tersebut dan melihat keadaan masyarakat dan pemerintahannya, ada tata pemerintahan yang pemeritahan  tetapi masyarakatnya miskin atau pun sebaliknya.

Timor Leste lebih mengedepankan mengenai aspek keadilan dan akses dimana faktor sosial yang menentukan masalah status kesehatan. Pelaksanaan pemerintahan di Timor Leste masih berupa dekonsentrasi, dengan alokasi anggaran utnuk kesehatan sebesar 20% dan lebih banyak digunakan pada pelayanan kesehatan dasar.  Pelaksanaan pengobatan gratis untuk seluruh penduduk dilakukan dengan alasan kondisi pendapatan masyarakat yang sangat rendah. Pemberian insentif bagi tenaga kesehatan dilakukan berdasarkan lokasi kerja masing-masing, untuk daerah terpencil tunjangan fungsional 100% dari gaji, wilayah kabupaten 70% dari gaji dan rumah sakit 50% dari gaji.

Untuk tenaga bidan ada insentif khusus mengingat angka kematian ibu yang tinggi, maka bila bidan melakukan kunjungan ke rumah (home visit) akan mendapatkan penambahan penghasilan 5 dolar atau Rp. 50.000,- setiap rumah yang dikunjungi. Masalah paling sulit di Timor Leste adalah masalah gografis dan adat istiadat, dimana lokasi pemukiman penduduk berpencar-pencar dan dalam satu kampung hanya ada sekitar 5 kepala keluarga, walaupun pemerintah telah melakukan upaya untuk mengumpulkan penduduk pada satu pemukiman tetapi karena adat istiadat mereka tidak ingin meninggalkan tanah tempat mereka dilahirkan. Dalam hal pelayanan dan keterbatasan sumber daya maka pemerintah Timor Leste menggunakan kuda dalam melakukan pelayanan kesehatan atau biasa disebut puskesmas keliling tetapi menggunakan kuda. Kuda yang disiapkan sekitar 200 kuda untuk melakukan pelayanan.

Pemerintah Timor Leste mengeluarkan kebijakan pelarangan praktek pribadi bagi tenaga kesehatan yang berstatus pegawai pemerintah, karena dikahwatirkan akan memanfaatkan fasilitas pemerintah untuk kepentingan pribadi, jadi mereka harus memilih apakah menjadi pegawai pemerintah atau membuka praktek swasta. Bila kita melihat kebijakan ini, maka pemerintah juga harus memikirkan kesejahteraan kepada pegawai pemerintah tersebut.

About these ads

1 Response to “Reformasi Sektor Kesehatan dan Pembiayaan Kesehatan Di Negara Berkembang”


  1. 1 jangkan 5 Juli 2011 pukul 12:05 pm

    misi sosial dan tekanan pasar.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





Kicauan Hati

Goresan Hati

Risalah Hati

Pengunjung Hati

  • 222,920 Pencinta

Jumlah Pencinta Saat Ini

Terjemahkan Dalam Bahasa Hati :

About Me Myspace Comments

Funny Myspace Comments

Pesan Hati

JAUHI NARKOBA!!!

Photobucket

HANYA MONYET YANG MEROKOK!!!

Funny Myspace Comments

HINDARI PERGAULAN BEBAS JIKA ANDA TIDAK INGIN DIKATAKAN BINATANG

Kisses Myspace Comments


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.777 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: